Minggu, 09 Mei 2010

Demam Berdarah

Pengertian Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Nyamuk ini biasa menggigit manusia pada waktu pagi dan siang. Orang yang beresiko besar terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun, dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh.
Demam Berdarah menular manusia-nyamuk yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue. Demam berdarah terjadi di sub-tropis dan daerah tropis. Biasanya meningkat pada bulan panas dan lembab. Demam Berdarah bukanlah penyakit baru. Hal ini ditemukan beberapa ratus tahun yang lalu. Dalam beberapa tahun terakhir, Demam Berdarah telah menjadi perhatian kesehatan masyarakat internasional utama.
Demam Berdarah dijuluki "demam breakbone" karena pasien Demam Berdarah biasanya mengekspresikan gerakan mengerut karena bersama intens dan nyeri otot. Penyakit ini berlangsung selama kurang lebih 7 hari, walaupun tiba-tiba dan onset yang akut. Namun, tindakan pencegahan ekstra harus dilakukan setelah periode pemulihan. Tindakan pencegahan ini akan membantu mencegah penyakit parah dari yang terjadi di beberapa orang, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Sindrom Syok Dengue (DSS). Ini penyakit yang berpotensi mematikan dan sekarang ini penyebab utama kematian anak di beberapa negara.

Semakin tahun kasus penduduk yang terserang Demam Berdarah semakin meningkat. Oleh karena itu sudah seharusnya sejak dini kita memperhatikan permasalahan tersebut supaya diri kita, keluarga ataupun tetangga-tetangga kita tidak sampai terkena penyakit ini.


Penyebab Penyakit Demam Berdarah

Demam Berdarah dapat disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue: DEN 1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Infeksi dengan satu virus tidak melindungi seseorang terhadap infeksi dengan yang lain.
Seseorang dapat terinfeksi oleh paling tidak dua, jika tidak semua empat jenis virus dengue pada waktu yang berbeda selama masa hidup seseorang, tapi hanya sekali oleh jenis yang sama.
Ketika seekor nyamuk yang membawa Demam Berdarah menggigit seseorang, virus bergerak melalui kelenjar tubuh. Setelah dalam kelenjar, berkembang biak dan dapat memasuki aliran darah. Demam Berdarah ini tidak menular, yang berarti satu orang tidak bisa lewat langsung yang lain.

Penularan penyakit Demam Berdarah dari satu orang ke orang lain dengan perantara nyamuk Aedes. Penyakit ini tidak akan menular tanpa ada gigitan nyamuk. Nyamuk pembawa virus dengue yang paling utama adalah jenis Aedes Aegypti.


Karakteristik Nyamuk Aedes Aegypti


Nyamuk Aedes Aegypti dewasa memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan gari-garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri dari spesies ini. Sisik-sisik pada tubuh nyamuk pada umumnya mudah rontok atau terlepas sehingga menyulitkan identifikasi pada nyamuk-nyamuk tua. Ukuran dan warna nyamuk jenis ini kerap berbeda antar populasi, tergantung dari kondisi lingkungan dan nutrisi yang diperoleh nyamuk selama perkembangan. Dalam hal ukuran, nyamuk jantan umumnya lebih kecil dari betina dan terdapatnya rambut-rambut tebal pada antena nyamuk jantan. Kedua ciri ini dapat diamati dengan mata telanjang.
Aedes Aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari. Di Indonesia, nyamuk A. aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, dimana terdapat banyak genangan air bersih seperti: dalam bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut, drum, tangki penampungan air, kaleng bekas, ban bekas, botol pecah, potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain.
Nyamuk A. aegypti, meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Telur berbentuk elips berwarna hitam dan terpisah satu dengan yang lain. Telur menetas dalam 1 sampai 2 hari menjadi larva. Terdapat empat tahapan dalam perkembangan larva yang disebut instar. Perkembangan dari instar 1 ke instar 4 memerlukan waktu sekitar 5 hari. Setelah mencapai instar ke-4, larva berubah menjadi pupa di mana larva memasuki masa dorman. Pupa bertahan selama 2 hari sebelum akhirnya nyamuk dewasa keluar dari pupa. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari, namun dapat lebih lama jika kondisi lingkungan tidak mendukung.
Telur Aedes Aegypti tahan kekeringan dan dapat bertahan hingga 1 bulan dalam keadaan kering. Jika terendam air, telur kering dapat menetas menjadi larva. Sebaliknya, larva sangat membutuhkan air yang cukup untuk perkembangannya. Kondisi larva saat berkembang dapat mempengaruhi kondisi nyamuk dewasa yang dihasilkan. Sebagai contoh, populasi larva yang melebihi ketersediaan makanan akan menghasilkan nyamuk dewasa yang cenderung lebih rakus dalam mengisap darah.

Gejala Demam Berdarah

Orang yang menderita Demam Berdarah dapat dilihat dari tanda-tanda yang ada pada penderita. Sebab apabila tanda-tanda tersebut tidak dipahami oleh anggota keluarga atau pihak lain, dalam waktu singkat akan berakibat fatal bagi penderita. Adapun tanda-tanda atau gejala penyakit Demam Berdarah adalah sebagai berikut:

1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 °C- 40 °)
2. Manifestasi pendarahan
3. Hepatomegali ( pembesaran hati )
4. Sakit kepala
5. Merah mata, nyeri di mata.
6. Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang
7. Trombositopeni, pada hari ke 3–7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000/mm³
8. Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
9. Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare kejang dan sakit kepala
10. Pendarahan pada hidung dan gusi.
11. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
12. Perasaan dingin di sekujur tubuh dan ada titik tertentu di tubuh terasa ngilu menusuk tulang.
13. Rendah tekanan darah dan denyut jantung
14. Kehilangan nafsu makan
15. Bila sudah parah, penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat


Dampak Penyakit Demam Berdarah

Satu gigitan saja dari nyamuk Aedes Aegypti dapat menyebabkan penyakit. Masa inkubasi terjadi ketika virus telah dikirim ke manusia. Jangka waktu berkisar 3-15 hari (biasanya berlangsung selama 5-8 hari) sebelum gejala Demam Berdarah muncul. Selama masa inkubasi, virus dengue berkembang biak.
Virus Dengue menyebar ke berbagai kelenjar tubuh. Kemudian menuju ke aliran darah, mempengaruhi beberapa perubahan pembuluh-pembuluh darah. Virus ini dapat menyebabkan pembuluh darah membengkak dan bocor. Limpa dan kelenjar getah bening juga dapat menjadi bengkak. Jaringan hati akan mati. Selama proses ini, bahan kimia yang digunakan untuk membekukan darah tidak berfungsi dengan baik. Dengan demikian pendarahan terjadi secara internal akan nampak pada kulit. Jika sudah parah akan mengakibatkan kematian.


Penularan Penyakit Demam Berdarah

Cara penularan penyakit Demam Berdarah adalah melalui gigitan nyamuk Aedes yang mengigit penderita Demam Berdarah kemudian ditularkan kepada orang sehat. Masa menggigitnya yang aktif ialah pada awal pagi yaitu dari pukul 8 hingga 10 dan sore hari dari pukul 3 hingga 5.
Nyamuk Aedes Aegypti lebih suka berkelana mencari mangsanya di siang hari dibanding nyamuk lain yang cenderung menyerang manusia pada malam hari. Setelah menggigit tubuh manusia dengan cepat perutnya menjadi buncit dipenuhi kira-kira dua hingga empat miligram darah atau sekitar 1,5 kali berat badannya.
Berbeda dengan spesies sejenis lainnya, lazimnya sudah cukup puas menggigit satu mangsa pada periode setelah bertelur hingga akhir hidupnya, Aedes mempunyai kebiasaan menggigit beberapa orang secara berganti-ganti dalam jangka waktu yang singkat.
Nyamuk betina menghisap darah manusia untuk mendapatkan protein bagi keperluan pembiakannya. Tiga hari selepas menghisap darah, ia akan menghasilkan hingga 100 butir telur yang halus seperti pasir. Nyamuk dewasa akan terus menghisap darah dan bertelur lagi.
Apabila nyamuk betina menggigit atau menghisap darah orang yang menagalami infeksi dengue, virus akan masuk ke dalam tubuh nyamuk. Diperlukan waktu sembilan hari oleh virus dengue untuk hidup dan membiak di dalam air liur nyamuk.
Apabila nyamuk yang terjangkit menggigit manusia, ia akan memasukkan virus dengue yang berada di dalam air liurnya ke dalam sistem aliran darah manusia. Setelah empat hingga enam hari atau yang disebut sebagai periode inkubasi, penderita akan mulai mendapat demam yang tinggi.
Penularan mekanik juga dapat terjadi apabila nyamuk Aedes betina sedang menghisap darah orang yang terinfeksi virus dengue diganggu, dan nyamuk itu segera akan menggigit orang lain pula. Hal ini menyebabkan virus yang terdapat di dalam belalai nyamuk tersebut akan masuk ke dalam peredaran darah orang kedua tanpa memerlukan masa inkubasi. Seekor nyamuk yang sudah terjangkit akan membawa virus itu di dalam badannya sampai berakhir kehidupannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar